
Oleh : Virgianto
Sering kali kita melihat saat datangnya bulan suci Ramadhan, adanya kegiatan buka bersama atau yang biasa disingkat dengan BUKBER. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh keluarga, sekolah, komunitas, perhimpunan, bahkan dalam lingkungan instansi instansi perkantoran.
Bukber bukan sekedar tradisi makan bersama setelah berpuasa, melainkan memiliki makna yang mendalam dalam mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan dan memperkuat nilai nilai sosial secara individu.
Memaknai Bukber
Aktivitas ini tidak hanya memiliki makna simbolis, tetapi juga membawa banyak manfaat bagi individu dan masyarakat pada umumnya. Ada 4 (empat) makna nilai yang terkandung dalam kegiatan Bukber tersebut.
Tidak Heran jika momen ini seperti momen yang ditunggu tunggu saat datangnya bulan suci Ramadhan.
Karena ajang Bukber dijadikan sebagai sarana untuk bertukar cerita, menjalin keakraban sesama dan memperkuat rasa persaudaraan.
Tradisi Bukber
Kalau kita telaah dari Agama Islam bahwa Bukber ini diawali dari tradisi yang sudah ada sejak jaman Rasulullah Muhammad SAW, dimana beliau sering berbuka puasa bersama para sahabatnya.
Dalam hadits Abu Dawud, disebutkan bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah mengapa mereka makan tapi tidak merasa kenyang. Rasulullah kemudian bertanya balik,Apakah kalian makan sendiri sendiri? Para sahabat menjawab, iya Lalu Rasulullah bersabda:
“Makanlah kalian bersama sama dan bacalah Basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua.
Hadits ini menjadi salah satu landasan pentingnya makan bersama, termasuk dalam konteks berbuka puasa. Sejak saat itu, tradisi buka puasa bersama terus berlanjut dan berkembang hingga saat ini. (liputan6.com, Jakarta).
Hingga hari ini semangat tradisi Bukber merupakan salah satu yang berkembang pesat di Indonesia bahkan bisa dikatakan sudah bagian dari tradisi dan budaya.
Momentum Bukber bersama keluarga besar, kawan kawan lama, dan para kolega untuk berbuka puasa bersama mencerminkan rasa kedekatan dan persahabatan.
Di Indonesia, tradisi buka puasa bersama menjadi simbol toleransi dan kepedulian. Berkumpul dengan orang orang dari berbagai latar belakang dimana saat kita berbuka puasa bersama juga sering diikuti oleh saudara saudara kita yang non muslim.
Kehadiran saudara saudara kita yang non muslim dalam meramaikan buka bersama juga memberi dampak positif dalam membantu memahami perbedaaan dan saling menghargai.
Salam Ramadhan 1446 H
Salam Indonesia
Penulis adalah sekretaris paguyuban penggiat pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (P4Kn)