banner 970x250
banner 970x250

Fauzi Bowo: Tata Kelola Kebudayaan Warisan Ali Sadikin Tetap Relevan untuk Jakarta Masa Depan

Redaktur Pelaksana
17 Jul 2026 10:57
2 menit membaca

JAKARTA – Peringatan satu abad kelahiran Ali Sadikin dinilai menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat tata kelola kebudayaan di Jakarta.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) menegaskan, kebijakan yang dibangun Ali Sadikin menunjukkan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem kebudayaan tanpa mengurangi independensi para pelaku seni.

Dalam Memorial Lecture memperingati 100 tahun kelahiran Ali Sadikin, Fauzi Bowo menjelaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya, Bang Ali memandang kebudayaan sebagai bagian dari pelayanan publik yang harus mendapatkan perhatian negara. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu menghadirkan berbagai kebijakan yang bertujuan memperkuat ruang kreativitas masyarakat.

Menurut Foke, pendekatan tersebut diwujudkan melalui pembentukan Dewan Kesenian Jakarta sebagai mitra strategis pemerintah, pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat aktivitas seni dan budaya, hingga lahirnya sejumlah lembaga yang memperkuat pembinaan kebudayaan Betawi dan pendidikan seni.

“Bang Ali tidak ingin pemerintah menjadi pengendali kesenian. Pemerintah cukup menjadi fasilitator yang memastikan ekosistem seni dan budaya tumbuh secara sehat, terbuka, dan berkelanjutan,” ujar Fauzi Bowo.

Ia menilai model tata kelola tersebut masih relevan di tengah transformasi Jakarta menuju kota global. Di era digital, kata Foke, pemerintah dituntut mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan teknologi tanpa menghilangkan identitas budaya sebagai karakter utama ibu kota.

Fauzi Bowo juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui indikator ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keberlangsungan kehidupan seni, budaya, dan ruang publik yang inklusif bagi masyarakat.

Secara terpisah, Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi Masykur Isnan menyatakan dukungannya terhadap pandangan Fauzi Bowo.

Menurutnya, kepemimpinan Ali Sadikin telah memberikan teladan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya masyarakat.

“Talenta muda Betawi perlu mengingat dan mencontoh Bang Ali Sadikin atas kontribusi nyata bagi Jakarta dan Betawi. Bang Haji Fauzi Bowo berhasil menggelorakan semangat kebetawian generasi hari ini. Semangat itu tidak boleh padam,” kata Masykur.

Masykur berharap nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Ali Sadikin dapat terus menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas seni, dan penguatan karakter Jakarta sebagai kota yang modern tanpa meninggalkan akar sejarah dan budayanya.

Peringatan satu abad Ali Sadikin, menurutnya, bukan sekadar mengenang jasa seorang pemimpin, tetapi juga menjadi pengingat bahwa tata kelola pemerintahan yang berpihak pada kebudayaan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Jakarta dan kualitas kehidupan warganya.