banner 970x250
banner 970x250

Kongres II Pemuda Kaum Betawi Dorong Penguatan SDM dan Peran Strategis Betawi dalam Pembangunan Jakarta

Redaktur M Filky
6 Jul 2026 11:17
2 menit membaca

JAKARTA – Penguatan sumber daya manusia (SDM), transformasi organisasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat Betawi dalam pembangunan menjadi isu utama yang mengemuka dalam Kongres II Pemuda Kaum Betawi yang digelar di Bale H. Sanusi Konte, Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Mengusung tema “Betawi Revolusi: Transformasi Budaya, Kemandirian Ekonomi, dan Kepemimpinan Masa Depan”, forum tersebut mempertemukan tokoh Betawi, unsur pemerintah, Muspida, organisasi kepemudaan, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat untuk membahas arah pembangunan masyarakat Betawi di tengah dinamika Jakarta yang terus berkembang.

Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, H. Masykur Isnan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa organisasi kepemudaan harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Menurutnya, organisasi modern tidak lagi dinilai dari besarnya jumlah anggota, tetapi dari kemampuan melahirkan gagasan, membangun jejaring kolaborasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.

Dalam pidato manifestonya, Masykur menilai masyarakat Betawi memiliki potensi besar dari sisi budaya, intelektual, dan modal sosial yang perlu dioptimalkan sebagai bagian dari pembangunan daerah maupun nasional.

Karena itu, generasi muda Betawi didorong mengambil peran lebih aktif dalam proses penyusunan kebijakan publik, pengembangan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pelestarian budaya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi masyarakat Betawi, seperti berkurangnya ruang hidup akibat pesatnya pembangunan kota, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan lapangan pekerjaan, serta perlunya memperluas keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab melalui transformasi kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Sebagai bagian dari arah pembaruan organisasi, Pemuda Kaum Betawi memperkenalkan konsep Organisasi 5.0, yaitu tata kelola organisasi yang mengintegrasikan digitalisasi, kaderisasi berbasis kompetensi, pengelolaan data, serta penguatan produksi pengetahuan untuk mendukung efektivitas gerakan organisasi.

Kongres juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan Majelis Kaum Betawi (MKB) sebagai wadah kolaborasi lintas organisasi dalam merancang program pembangunan masyarakat Betawi secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Beberapa program prioritas yang diusulkan meliputi pembentukan badan otonom di bidang kepemudaan, kewirausahaan, dan profesi, pengembangan Bale Digital, Bale Politik, Jakarta Inkubator Bisnis (JAKIN), serta Talenta Jakarta yang difokuskan pada sertifikasi kompetensi, pengembangan talenta, dan peningkatan daya saing generasi muda.

Melalui Kongres II ini, Pemuda Kaum Betawi berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat posisi masyarakat Betawi dalam pembangunan Jakarta sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi, dan pemerintah.