
Suaragovernment.com – Mantan Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LKBHMI PB HMI), Salim Wehfany, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto yang akan mengirimkan 8.000 personel TNI dalam misi kemanusiaan dan perdamaian ke Gaza, Palestina.
Salim menilai langkah tersebut bukan sekadar bantuan teknis, melainkan representasi komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.
Dalam keterangannya di Jakarta, (21/2/2026), Salim menegaskan bahwa pengiriman personel TNI itu merupakan wujud konkret pelaksanaan amanat konstitusi.
“Tujuan nasional yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Langkah ini adalah implementasi nyata dari amanat tersebut,” ujar Salim.
Ia menyebut, kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menyampaikan dukungan moral di forum internasional, tetapi juga hadir melalui tindakan nyata di lapangan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan diplomasi Indonesia.
Salim juga menyoroti kiprah Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk keterlibatan dalam pasukan penjaga perdamaian serta keikutsertaan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada sejumlah periode.
“Langkah Pak Prabowo ini mengirim pesan kuat kepada dunia internasional bahwa Indonesia hadir sebagai solusi konkret atas tragedi kemanusiaan di Gaza,” katanya.
Ia menjelaskan, fokus utama misi tersebut meliputi evakuasi medis korban sipil, pembangunan rumah sakit lapangan, serta pengamanan distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak konflik.
Selain itu, Salim menilai rekam jejak TNI dalam berbagai misi perdamaian PBB telah mendapat pengakuan internasional. Karena itu, profesionalisme dan kapasitas prajurit Indonesia diyakini mampu menjalankan tugas kemanusiaan tersebut secara optimal.
Di akhir pernyataannya, Salim berharap seluruh elemen bangsa dapat mendukung kebijakan strategis tersebut.
“Ini bukan soal politik praktis, melainkan soal kemanusiaan dan harga diri bangsa di panggung internasional. Kita harus menunjukkan solidaritas penuh kepada rakyat Palestina melalui langkah-langkah yang terukur dan bertanggung jawab,” tutupnya.