banner 970x250
banner 970x250

Keluarga Ungkap Relasi Timpang di Balik Pembunuhan Herlan Matrusdi: Dugaan Eksploitasi Finansial Menguat

Redaktur M Filky
2 Feb 2026 14:48
Berita 0
2 menit membaca

BANTUL, SUARA GOVERNMENT — Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan Herlan Matrusdi (68) yang jasadnya ditemukan di kawasan Gumuk Pasir, Bantul.

Pihak keluarga menyampaikan klarifikasi resmi untuk meluruskan narasi yang berkembang di ruang publik, khususnya terkait dugaan hubungan bisnis antara korban dan pelaku yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pada keterangan persnya Senin 02/02/2026.

Melalui pernyataan tertulis yang diterima redaksi, keluarga menegaskan bahwa almarhum tidak pernah menjalin kerja sama usaha dengan pelaku, termasuk dalam bidang travel umrah.

Relasi yang terbangun disebut hanya sebatas pertemanan, namun berkembang menjadi hubungan ketergantungan sepihak yang merugikan korban secara ekonomi.

Menurut keluarga, selama hidupnya almarhum dikenal memiliki empati tinggi dan kerap membantu pelaku memenuhi kebutuhan hidup pribadi maupun keluarganya.

Namun, bantuan tersebut diduga dimanfaatkan secara berlebihan hingga korban mulai membatasi akses finansial dan relasi yang sebelumnya diberikan.

Pembatasan inilah yang diduga menjadi pemicu utama tindak kekerasan.

Keluarga meyakini pelaku melakukan pembunuhan karena tidak lagi dapat memanfaatkan sumber daya korban, baik secara langsung maupun melalui jaringan sosial yang dimiliki almarhum.

Tak hanya itu, keluarga juga mengungkap dugaan praktik tidak etis pascakejadian.

Pelaku disebut sempat menyebarkan informasi duka untuk menggalang dana dari lingkungan korban.

Dana tersebut diminta dikirimkan ke rekening atas nama korban yang diduga telah berada di bawah penguasaan atau akses pelaku.

Fakta lain yang disampaikan, pelaku diketahui telah tinggal bersama korban sejak Mei 2025.

Dalam kurun waktu tersebut, korban kerap diminta menghubungi relasi-relasinya untuk meminjam uang guna mencukupi kebutuhan hidup pelaku, sebuah pola yang oleh keluarga dinilai sebagai bentuk eksploitasi ekonomi berkepanjangan.

Atas rangkaian peristiwa tersebut, keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara menyeluruh, tidak hanya pada tindak pembunuhan, tetapi juga dugaan penipuan dan perencanaan yang menyertainya.

Keluarga juga berharap media massa menyajikan pemberitaan yang lebih akurat agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. (FJR)