banner 970x250
banner 970x250

Kemenpora Apresiasi Peran IYD di Forum BRICS, Dorong Pemuda Indonesia Perkuat Kolaborasi Global

Redaktur M Filky
10 Nov 2025 23:50
3 menit membaca

Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengapresiasi peran aktif Indonesian Youth Diplomacy (IYD) dalam BRICS Youth Summit 2025 yang digelar di Brasil pada Juli lalu. Pemerintah berharap para pemuda Indonesia mampu mengidentifikasi serta membuka peluang kolaborasi strategis Indonesia dalam forum-forum kepemudaan internasional.

“Kemenpora menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada IYD yang luar biasa menjadi penggerak diplomasi pemuda Indonesia di tingkat global, termasuk sebagai delegasi Indonesia pada BRICS Youth Summit 2025 di Brasil. Semoga mampu mengidentifikasi peluang kerja sama Indonesia dalam forum pemuda global,” ujar Deputi Pelayanan Kepemudaan Yohan pada pertemuan pasca-KTT Pemuda BRICS di Theater Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (10/11).

Kemenpora menyatakan kebanggaannya karena pemuda Indonesia terus hadir dan berperan aktif di ruang-ruang global, membawa semangat serta aspirasi generasi muda Tanah Air di tingkat internasional.

“Kehadiran pemuda Indonesia di forum internasional menunjukkan bahwa generasi muda bukan hanya penerima kebijakan, tetapi juga mitra strategis dalam membentuk arah pembangunan global. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan,” jelas Yohan.

Lebih lanjut, Kemenpora menegaskan komitmen untuk terus mendukung pembangunan pemuda agar mampu berprestasi dan bersaing di tingkat global.

“Bapak Menpora Erick Thohir berkomitmen mendorong pemuda Indonesia agar mampu berbicara dan berkontribusi lebih besar di kancah internasional secara selektif, inklusif, dan terbuka. Salah satu indikator keberhasilannya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP),” tambahnya.

Deputi Yohan juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir pemuda, dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 23,78 persen dari 64,22 juta pemuda Indonesia berada dalam kondisi tanpa pendidikan dan pengangguran, sehingga diperlukan upaya serius untuk mengatasinya.

“Ini bukan kondisi yang baik-baik saja. Mindset pemuda harus diubah, salah satunya melalui kewirausahaan. Pemuda juga harus aktif berorganisasi sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan pemimpin masa depan bangsa,” paparnya.

Ia menambahkan, tugas pemuda yang tergabung dalam IYD adalah mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui diskusi dan jejaring global, termasuk mendorong partisipasi pemuda di daerah-daerah terpencil.

Menurutnya, peningkatan IPP tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga serta para pemangku kepentingan.

“Isu kepemudaan adalah isu lintas sektor. Tidak mungkin hanya ditangani oleh Kemenpora atau Dispora saja. Harus dilakukan secara kolaboratif. Kerja sama sektor pemuda dalam BRICS dan berbagai program yang terlaksana diharapkan berkontribusi nyata terhadap peningkatan IPP,” tegas Yohan.

Bergabungnya Indonesia dalam BRICS pada 2025 dinilai membuka wadah baru untuk memperkuat kerja sama, tidak hanya di bidang ekonomi dan politik, tetapi juga solidaritas, inovasi, serta pembangunan berkelanjutan.

“Kemenpora mengapresiasi pelaksanaan rangkaian kegiatan Post Summit BRICS 2025 di lingkungan Kemenpora. Kami berharap ini menjadi langkah awal sinergi erat antara Kemenpora, komunitas, dan organisasi kepemudaan untuk memperluas jejaring serta memperkuat posisi pemuda Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Pemuda harus membuka diri seluas-luasnya. Dunia berubah sangat cepat. Kita bersyukur Indonesia masuk BRICS. Kami yakin tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran pemuda sebagai perpanjangan tangan untuk menggali potensi bangsa demi kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir sebagai narasumber Head of People On-Demand Service GoTo Group Herman Cahyadi, Diplomat Raditya Kusumaningprang, dan Jurnalis Fauzan Al Rasyid. Hadir pula Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora, Esa Sukmawijaya.