
Tangerang Selatan – Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia (GMRI) angkat bicara soal polemik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan yang belakangan menjadi sorotan publik. GMRI mengecam pihak-pihak yang disebut memelintir isu APBD demi kepentingan politik jangka pendek.
Ketua GMRI, Muhammad Zul S, menilai narasi yang menyebut Pemkot Tangsel menghamburkan anggaran adalah bentuk manipulasi fakta yang menyesatkan. Menurutnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie justru telah membuktikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Capaian realisasi APBD 2024 yang menembus lebih dari 96% di sisi belanja menjadi bukti nyata bahwa program-program pemerintah berjalan sesuai rencana dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Zul dalam keterangannya, Selasa (1/10).
Zul menyebut kritik terhadap pos anggaran seperti suvenir atau perjalanan dinas terlalu menyederhanakan persoalan. Anggaran tersebut, kata dia, hanya sebagian kecil dari total APBD dan memiliki fungsi yang jelas.
“Jangan pura-pura peduli rakyat dengan menyerang angka kecil seperti suvenir atau perjalanan dinas. Kalau mereka jujur, harusnya mereka juga mengakui keberhasilan Pemkot Tangsel membangun infrastruktur, memperkuat pendidikan, dan meningkatkan layanan kesehatan. Tapi karena motifnya politis, mereka menutup mata,” tegasnya.
GMRI menilai polemik anggaran tersebut hanyalah upaya penggiringan opini yang tidak berdasar. Anggaran suvenir dan perjalanan dinas, lanjut Zul, digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pemberdayaan masyarakat, promosi kesehatan, penghargaan atlet, hingga kegiatan keagamaan tingkat kelurahan.
“Mereka yang menyerang tanpa data hanyalah pengganggu, bukan pejuang rakyat,” tambahnya.
Lebih jauh, GMRI menyambut baik langkah Wali Kota Benyamin yang akan memangkas belanja non-prioritas pada 2025 dan mengalihkan fokus ke program yang lebih menyentuh kebutuhan warga. Komitmen tersebut dinilai sebagai bukti nyata kepemimpinan yang responsif terhadap kritik.
“GMRI akan berada di garda depan untuk melawan manipulasi isu yang menjatuhkan Wali Kota. Tangsel butuh pemimpin pekerja, bukan penghasut. Dan hari ini kami nyatakan dengan tegas: Wali Kota Benyamin ada di jalur yang benar,” tutup Zul.