Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, secara resmi membuka Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Ke-XVIII yang berlangsung di Aula Asrama Haji, Kota Padang, Sumatera Barat. (foto:bagus/kemenpora.go.id)Padang – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo secara resmi membuka Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan ke-XVIII di Aula Asrama Haji, Kota Padang, Sumatera Barat.
Di hadapan ratusan mahasiswa dari lebih 450 kampus, Menpora Dito menegaskan perlunya paradigm shift hubungan mahasiswa dan pemerintah dari sekadar oposisi menuju kemitraan kritis dan strategis.
“Hari ini bukan sekadar forum mahasiswa, tetapi forum pemimpin masa depan. Pemerintah membutuhkan mitra strategis dari kalangan muda yang kritis, tapi juga siap mencari solusi,” ujar Dito, Minggu (14/7).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya konsolidasi ide dan kepemimpinan mahasiswa di tingkat nasional.
Menpora Dito menilai gerakan mahasiswa saat ini semakin substansial. Ia berharap kepengurusan BEM SI ke depan mampu mengambil peran lebih taktis dalam mengisi ruang demokrasi, menjadi kekuatan penyeimbang sekaligus mitra kebijakan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan mahasiswa tidak bisa hanya berdiri di luar sistem. Saatnya membangun politik kolaboratif,” tegasnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyebut Munas BEM SI sebagai momentum strategis. “Kami berharap forum ini melahirkan tokoh-tokoh besar penerus kepemimpinan bangsa. Pemerintah tidak alergi kritik konstruktif dari mahasiswa,” katanya.
Munas BEM SI tahun ini mengusung tema “Pemuda Aktif, Sehat, dan Progresif: Peran Mahasiswa dalam Membangun Kepemimpinan Bangsa”. Forum ini melibatkan konsep pentahelix: pemerintah, sektor bisnis, media, akademisi, dan komunitas sebagai pilar gerakan strategis mahasiswa.
Turut hadir dalam pembukaan, Staf Khusus Menpora Chaerany Putri, Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo, dan Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryatna.