
Jakarta, 25 Juni 2025 — Organisasi Visioner Indonesia menyampaikan apresiasi terbuka terhadap Polri menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Menurut mereka, Polri telah berhasil menunjukkan transformasi luar biasa sebagai institusi negara yang mampu menerjemahkan arah strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui implementasi Astacita—delapan visi kebangsaan yang menjadi fondasi Indonesia Maju 2025–2045.
“79 Tahun Polri adalah titik balik yang sangat luar biasa. Polri hari ini menjadi instansi yang semakin profesional dan dicintai masyarakat. Polri untuk Masyarakat, serta menjadi instansi yang mampu menerjemahkan dan menjalankan visi Astacita Presiden Prabowo,” tegas Arief Hidayat, Koordinator Nasional Visioner Indonesia, Selasa (25/6/2025).
Pertama, Visioner Indonesia menyoroti keberhasilan Polri dalam melakukan efisiensi anggaran secara signifikan. Dari pagu anggaran Rp126,6 triliun tahun ini, Polri mampu memangkas pengeluaran hingga Rp20,5 triliun tanpa mengganggu fungsi pelayanan publik dan keamanan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata dari Astacita poin ketujuh—yakni reformasi birokrasi dan efisiensi negara. “Polri tampil sebagai lembaga negara yang sadar fiskal dan mampu bekerja efektif tanpa pemborosan,” ujar Arief.
Kedua, kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional juga mendapat apresiasi tinggi. Polda Jawa Timur, melalui program-program terobosannya, berhasil mendapatkan penghargaan nasional dalam Rakernis SDM Polri 2025. Keterlibatan langsung personel Polri dalam membantu distribusi, pengawasan, dan pendampingan pertanian dinilai sejalan dengan Astacita poin pertama yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan dan penguatan desa. “Ini pendekatan yang visioner—Polri tidak hanya menjaga keamanan fisik, tapi ikut menjaga perut rakyat,” tambahnya.
Terakhir, Visioner Indonesia menilai Polri berhasil membangun SDM unggul yang tidak hanya disiplin, tapi juga kompetitif secara global. Keberhasilan Garbha Presisi Polri menjadi Juara Umum dalam ajang International Taekwondo Kasal Cup 2 Februari lalu, dengan perolehan 33 medali (termasuk 16 emas), menjadi bukti pembinaan mental dan fisik berjalan seimbang. Ini menurut mereka merupakan perwujudan langsung dari Astacita poin ketiga: pembangunan manusia Indonesia unggul dan tangguh.
Dengan ketiga capaian ini, Visioner Indonesia menilai bahwa Polri telah menapaki jalan reformasi yang bukan sekadar administratif, tapi juga substantif. “Jika Polri mampu menjaga konsistensi dan memperluas dampak keberhasilannya ke sektor lain, maka bukan mustahil Polri akan menjadi institusi publik paling visioner di Asia Tenggara,” tutup Arief.
HUT Bhayangkara ke-79 bukan sekadar seremoni tahunan, tapi menjadi momen evaluasi dan pengakuan terhadap arah baru Polri: institusi keamanan yang transparan, efisien, berorientasi rakyat, dan berpijak pada cita besar bangsa.