banner 970x250
banner 970x250

Manfaat dan Tantangan Pemindaian Retina

Redaktur M Filky
12 Mei 2025 08:12
2 menit membaca

Dalam era digitalisasi kesehatan, pemindaian retina muncul sebagai teknologi double-edged sword.

Di satu sisi, metode ini menawarkan akurasi identifikasi biometrik tertinggi (kesalahan 1:10 juta), namun di sisi lain menyimpan kerentanan strategis jika tidak diatur ketat.

Kasus Worldcoin di Indonesia yang sedang diselidiki Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuktikan urgensi pengawasan negara atas teknologi ini.

Pemindaian retina di era digital memberikan dampak signifikan bagi program kesehatan, baik dari sisi peningkatan kualitas layanan maupun tantangan baru yang muncul.

Berikut beberapa dampak utamanya:

Dampak Positif:

1. Deteksi Dini Penyakit:

Retina dapat menunjukkan tanda-tanda awal penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan bahkan Alzheimer.

Dengan teknologi AI, pemindaian retina kini bisa mendeteksi retinopati diabetik, glaukoma, dan degenerasi makula secara otomatis dan cepat.

2. Aksesibilitas Lebih Luas:

Teknologi digital memungkinkan pemindaian retina dilakukan di daerah terpencil menggunakan perangkat portabel.

Data dapat dikirim secara digital ke dokter spesialis di kota besar

3. Efisiensi dan Penghematan Biaya:

Diagnosis cepat dan akurat mengurangi kebutuhan untuk pemeriksaan lanjutan yang mahal.

Mengurangi beban rumah sakit dengan skrining massal di luar fasilitas utama

4. Integrasi Data Kesehatan:

Hasil pemindaian bisa disimpan dalam sistem rekam medis elektronik (EMR), membantu koordinasi antar dokter dan fasilitas.

Dampak Negatif / Tantangan:

1. Privasi dan Keamanan Data:

Retina bersifat unik seperti sidik jari; kebocoran data bisa disalahgunakan untuk identifikasi tanpa izin.

Diperlukan regulasi ketat tentang penyimpanan dan penggunaan data biometrik.

2. Ketergantungan pada Teknologi:

Gangguan teknis atau kesalahan AI bisa menyebabkan diagnosis salah.

Butuh pelatihan khusus bagi tenaga medis untuk membaca hasil secara akurat dan menggunakan alat digital.

3. Ketimpangan Akses Teknologi:

Wilayah dengan infrastruktur rendah mungkin kesulitan mengakses teknologi ini.

Perlu dukungan dari pemerintah dan sektor swasta untuk pemerataan akses.

Tim Kajian Perdokmil

12 Mei 2025