
Jakarta, 14 Januari 2025 – Aliansi mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat Perumda PAM JAYA untuk menuntut kejelasan terkait dugaan korupsi yang melibatkan Direktur Utama, Arief Nasrudin. Sebagai perusahaan daerah yang bertugas menyediakan distribusi air bersih bagi warga Jakarta, dugaan penyalahgunaan anggaran dan wewenang ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
Aksi tersebut dipimpin oleh Wildan Riscky Candra, Koordinator Lapangan dari aliansi mahasiswa, yang menyampaikan seruan mendesak agar langkah tegas segera diambil. Menurutnya, penyalahgunaan wewenang oleh pimpinan perusahaan menunjukkan lemahnya pengawasan dan integritas di Perumda PAM JAYA.
“Kasus dugaan korupsi ini mencerminkan masalah mendasar dalam pengelolaan perusahaan daerah. Posisi Direktur Utama tidak seharusnya disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Wildan saat menyampaikan orasi di hadapan para peserta aksi.
Dugaan korupsi tersebut meliputi ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa yang mencurigakan, serta dugaan pengalihan aset perusahaan. Para mahasiswa menegaskan bahwa tindakan semacam ini tak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga memperburuk pelayanan masyarakat.
Dalam aksinya, aliansi mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan berikut:
Mahasiswa menegaskan bahwa penyelidikan dan penindakan cepat atas kasus ini penting demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah. Selain itu, pengelolaan yang bersih, transparan, dan akuntabel harus menjadi prioritas utama untuk memastikan layanan publik tetap optimal.
Unjuk rasa yang berlangsung damai ini menunjukkan besarnya perhatian generasi muda terhadap transparansi pemerintahan dan perlindungan terhadap aset publik. Pihak berwenang diharapkan segera merespons tuntutan tersebut demi menjaga integritas lembaga pemerintah daerah dan kepercayaan masyarakat Jakarta.