Foto : Denni Wahyudi
Penulis Indonesia Emas 2045 & Aktivis SosialJakarta – Penulis buku Indonesia Emas 2045, Deni Wahyudi, mengapresiasi capaian awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah menjadi modal penting dalam menjaga optimisme pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Deni menilai, berbagai survei nasional menunjukkan pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil membangun tingkat kepercayaan publik yang relatif tinggi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Dalam banyak survei, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di kisaran 74 sampai 81 persen. Ini menunjukkan masyarakat masih memiliki optimisme terhadap arah pembangunan nasional,” kata Deni Wahyudi dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, capaian tersebut menjadi menarik karena terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Menurutnya, tingginya approval rating pemerintah tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga persepsi publik terhadap kepemimpinan dan program yang langsung dirasakan masyarakat.
“Artinya legitimasi publik terhadap pemerintah masih sangat kuat. Dalam teori pembangunan modern, kepercayaan publik merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.
Deni juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kepuasan masyarakat. Ia menyebut program tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai kebijakan populis jangka pendek.
“Program makan bergizi sebenarnya merupakan investasi sumber daya manusia jangka panjang. Negara sedang menyiapkan kualitas generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Selain itu, Deni menilai stabilitas politik pasca Pemilu 2024 juga menjadi capaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil menjaga situasi politik nasional tetap kondusif di tengah tingginya tensi politik sebelumnya.
“Stabilitas politik adalah syarat penting pembangunan. Kita melihat transisi pemerintahan berjalan relatif stabil dan itu penting bagi keberlanjutan agenda pembangunan nasional,” ucapnya.
Meski demikian, Deni menegaskan pemerintah tetap perlu memperhatikan sejumlah tantangan seperti daya beli masyarakat, lapangan kerja, hingga kritik terhadap demokrasi dan ruang sipil.
“Tentu pemerintah tetap harus terbuka terhadap kritik dan evaluasi. Tetapi di tengah tantangan global hari ini, menjaga optimisme publik juga sangat penting,” tuturnya.
Ia menilai Indonesia membutuhkan energi kolektif untuk menjaga harapan terhadap masa depan bangsa.
“Indonesia Emas 2045 tidak hanya bicara pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana negara mampu menjaga stabilitas, membangun kualitas manusia, dan mempertahankan kepercayaan rakyat terhadap masa depan Indonesia,” pungkasnya.