banner 970x250
banner 970x250

Meski Gagal Juara, Menpora Dito Apresiasi Perjuangan Timnas U-23 di Final AFF

Redaktur M Filky
30 Jul 2025 10:48
Berita 0
2 menit membaca

Jakarta – Timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up Piala AFF U-23 2025 setelah kalah tipis 0-1 dari Vietnam di partai final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (29/7). Gol tunggal Nguyen Cong Phuon pada menit ke-37 memastikan Vietnam keluar sebagai juara.

Meski demikian, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan Garuda Muda. Menurutnya, performa Kadek Arel dan kawan-kawan sudah menunjukkan perkembangan positif.

“Pastinya apresiasi, Indonesia bisa sampai ke final. Artinya strategi yang dipakai dan pola permainan sudah baik,” ujar Menpora Dito usai laga.

Menpora menambahkan, evaluasi menjadi hal penting yang akan dilakukan PSSI agar Timnas semakin siap menghadapi turnamen berikutnya. “Ke depan ada evaluasi, serta memastikan strategi untuk memantapkan permainan. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan emas SEA Games,” tegasnya.

Apresiasi juga diberikan Menpora kepada puluhan ribu suporter yang hadir langsung memenuhi SUGBK. Tercatat 35.592 penonton memberikan dukungan penuh sepanjang pertandingan. “Stadion penuh, dukungan luar biasa. Mohon masyarakat terus mendukung dan mendoakan Timnas Indonesia,” kata Dito.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyayangkan kekalahan tipis ini, namun tetap mengapresiasi kerja keras skuad asuhan Gerald Vanenburg. Erick menyoroti absennya beberapa pemain pilar seperti Arkhan Fikri dan Toni Firmansyah yang membuat lini tengah tidak seimbang.

“Kalau dibilang apakah ini tim terbaik, ya tidak. Kita kehilangan dua pemain inti, tapi ini bukan alasan. Arkhan dan Toni tidak bisa tampil penuh, jadi keseimbangan di tengah kurang maksimal,” jelas Erick.

Meski gagal meraih gelar, Timnas Indonesia tetap mencatat prestasi individu. Jens Raven dinobatkan sebagai top skor, sedangkan Muhammad Ardiansyah terpilih sebagai kiper terbaik. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa potensi generasi muda Indonesia kian menjanjikan di kancah sepak bola Asia Tenggara.