Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli EnergiSUARA GOVERNMENT – Aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi di depan Kementerian ESDM berakhir ricuh. Para peserta aksi mengaku mendapat intimidasi hingga pemukulan dari kelompok tak dikenal yang diduga sebagai pendukung Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Rabu/ 12/02).
Insiden ini terjadi di hadapan aparat kepolisian yang berjaga, namun mereka disebut hanya diam tanpa mengambil tindakan untuk menghentikan aksi kekerasan tersebut.
Kronologi Kejadian
Pukul 14.15 WIB – Massa aksi tiba di depan pintu III Kementerian ESDM, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, dan mulai bersiap menggelar demonstrasi.
Pukul 14.20 WIB – Sekitar 60-70 orang tak dikenal tiba-tiba muncul dari arah lampu merah Kebon Sirih (Sabang) dan langsung melakukan tindakan intimidasi. Salah satu peserta aksi, Riswan Siahaan, menjadi korban pemukulan dan tarikan paksa.
Pukul 14.30 WIB – Situasi semakin tidak kondusif akibat tindakan represif kelompok tersebut, sehingga massa aksi memutuskan membubarkan diri tanpa perlawanan.
Selain tindakan kekerasan terhadap peserta aksi, kelompok tak dikenal tersebut juga merampas atribut demonstrasi, termasuk spanduk, pengeras suara, dan mobil komando.
Tuntutan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi
Atas insiden ini, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi menyampaikan dua tuntutan utama:
1. Mengusut dan mengungkap pelaku tindakan premanisme terhadap peserta aksi.
2. Mendesak Presiden Prabowo segera memecat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Kementerian ESDM dan Menteri Bahlil Lahadalia belum memberikan tanggapan terkait insiden ini. Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi menegaskan bahwa aksi mereka merupakan bentuk kritik terhadap kebijakan sektor energi yang mereka anggap bermasalah, dan menolak segala bentuk pembungkaman terhadap suara mahasiswa dan masyarakat.