banner 970x250
banner 970x250

Ketua Umum Aliansi Kabasaran Dukung Kristianto Poae dan Hans Motolalu Bongkar Dugaan Korupsi Bank SulutGo

Redaktur M Filky
16 Mei 2025 16:50
Berita 0
2 menit membaca

Jakarta, 16 Mei 2025— Ketua Umum Aliansi Kabasaran Seluruh Indonesia, Stephen Babe Liow, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kristianto Naftali Poae dan jurnalis Hans Montolalu yang berani mengungkap dugaan praktik korupsi dan penyimpangan di tubuh Bank SulutGo, khususnya terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp40 miliar.

“Sebagai Ketua Umum Aliansi Kabasaran Seluruh Indonesia, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada saudara Kristianto Poae dan wartawan Hans Montolalu. Keberanian mereka membongkar tabir gelap dugaan penyalahgunaan dana publik adalah bentuk nyata kontrol sosial yang selaras dengan nilai-nilai adat dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat,” tegas Stephen dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (16/5).

Stephen menekankan bahwa peran masyarakat adat bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi garda moral yang turut mengawasi jalannya pemerintahan dan keuangan publik.

“Hormat adat bukan hanya soal seremoni, tetapi juga menyuarakan kebenaran dan menuntut keadilan. Dugaan suap kepada oknum media, pemotongan hak kesehatan karyawan, dan kebocoran data nasabah adalah persoalan serius. Apalagi jika benar ada upaya direksi untuk cuci tangan melalui klausul equity the charge dalam RUPS,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberanian seperti yang ditunjukkan oleh Kristianto dan Hans harus menjadi contoh bagi masyarakat luas, terutama generasi muda di Sulawesi Utara.

“Saya tahu persis langkah-langkah yang dilakukan Kristianto. Kalau sudah ada pemanggilan dari kejaksaan dan kepolisian, maka pasti ada indikasi kuat. Kasus ini harus dikawal. Kami dari Aliansi Kabasaran akan terus memantau dan mendorong agar aparat penegak hukum bertindak sesuai konstitusi,” lanjutnya.

Kepada Kristianto dan Hans, Stephen memberikan pesan khusus: “Tetap semangat. Jangan takut. Intimidasi itu bagian dari risiko perjuangan, tapi jangan pernah mundur dari kebenaran. Kami di belakang kalian.”

Tidak boleh dibiarkan dikelola oleh orang-orang yang hanya mencari keuntungan pribadi. Jika ini tidak segera ditangani, maka akan timbul krisis kepercayaan terhadap lembaga keuangan di daerah,” tutupnya. (Red)