banner 970x250
banner 970x250

Kasgot Maggot Dikenalkan di Kediri, IPB University Dorong Petani Tales Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan

Redaktur Pelaksana
17 Agu 2026 13:39
2 menit membaca

KEDIRI, SUARAGOVERNMENT.COM — Pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai guna mulai diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam), IPB University memberikan pelatihan mengenai pengolahan kasgot dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mendukung sektor pertanian.

Pelatihan yang digelar pada Sabtu (15/8/2026) itu diikuti 24 petani-peternak dan sembilan perangkat Desa Tales. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi kasgot sebagai bahan organik yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan lahan pertanian.

Dosen IPB University Ririh Sekar Mardisiwi, SP, M.Si., menjelaskan bahwa kasgot merupakan material sisa dari proses budidaya larva BSF yang berasal dari penguraian berbagai bahan organik.

Material tersebut memiliki kandungan yang berpotensi mendukung perbaikan kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman.

Menurut Ririh, pengembangan budidaya BSF memiliki manfaat yang saling berkaitan. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan untuk kegiatan peternakan, sementara sisa proses budidayanya dapat diolah kembali menjadi bahan yang berguna untuk pertanian.

“Budidaya BSF memberikan nilai tambah ganda. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan, sedangkan kasgot bisa dikembangkan sebagai pembenah tanah alami untuk mendukung pertanian bio-organik,” kata Ririh dalam kegiatan tersebut.

Selain materi tentang kasgot, peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep zero waste dalam pengelolaan bahan organik. Luvy Dellarosa, ST, MT., memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi limbah sekaligus mengoptimalkan material organik agar kembali memiliki manfaat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Nasrul Ulum. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai pengalaman pengelolaan usaha maggot dan kasgot serta peluang pengembangannya menjadi aktivitas ekonomi masyarakat.

Tidak berhenti pada penyampaian teori, Tim Dospulkam IPB University juga mengajak peserta melakukan praktik pembuatan media tanam menggunakan kasgot. Peserta turut dikenalkan dengan pengolahan produk yang berkaitan dengan budidaya BSF.

Perwakilan Kepala Desa Tales, Irwanto, mengapresiasi kehadiran Tim IPB University yang memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Ia menilai kegiatan tersebut dapat menambah wawasan warga, khususnya dalam menghubungkan sektor peternakan, pengelolaan limbah organik, dan pertanian.

Evaluasi pemahaman peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test. Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan dokumentasi bersama.

IPB University berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Tales.

Pengembangan kasgot di tingkat lokal diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun sistem pertanian yang lebih efisien sekaligus mengedepankan pengelolaan lingkungan.