banner 970x250
banner 970x250

Sagu Lokal Dibidik Jadi Menu MBG, UMKM Merauke Didorong Naik Kelas

Redaktur M Filky
12 Okt 2026 22:49
Berita 0
3 menit membaca

MERAUKE, PAPUA SELATAN — Produk olahan sagu lokal berpeluang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, termasuk sebagai bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peluang ini mengemuka dalam pelatihan pengolahan produk turunan sagu berbasis pangan lokal yang digelar Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University di SMK Negeri 5 Merauke, Papua Selatan, pada 7–8 Oktober 2026.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Amunkay Tanah Miring, Putri, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru mengenai inovasi pengolahan sagu sekaligus pentingnya menjaga higiene, sanitasi, dan keamanan pangan.

“Kami berterima kasih kepada Tim Ekspedisi Patriot atas kesempatan mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam menambah wawasan tentang pengolahan sagu dan pentingnya keamanan pangan,” ujar Putri.

Ia berharap produk olahan sagu yang dikembangkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Merauke dapat memiliki kesempatan untuk dipertimbangkan dalam menu MBG. Namun, produk tersebut harus memenuhi standar keamanan pangan dan ketentuan yang berlaku.

“Ke depannya, kami berharap produk olahan sagu dari UMKM dapat berpeluang masuk ke menu MBG, tentunya dengan tetap memenuhi standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan. Kami juga berharap UMKM di Merauke semakin berkembang sehingga produk sagu lokal dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tuturnya.

Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri dari mama-mama pengelola UMKM, personel TNI dari Kodam XXIV/Mandala Trikora, perwakilan SPPG, serta kalangan pemuda. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sagu sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis pangan lokal.

Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University menghadirkan dua narasumber dari Institut Pariwisata Trisakti, yakni Dr. Saptarining Wulan, S.Si., PG.Dipl., M.M., dosen Gastronomi Pariwisata, dan Alifatqul Maulana, S.Ter.Par., M.Par., dosen Perhotelan.

Melalui pemaparan materi dan demonstrasi, peserta diperkenalkan pada berbagai inovasi produk turunan sagu. Komoditas yang selama ini banyak diolah secara tradisional tersebut dapat dikembangkan menjadi beragam makanan dengan variasi rasa, bentuk, dan penyajian untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain inovasi produk, pelatihan juga menekankan pentingnya keamanan pangan dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan peralatan, proses pengolahan, hingga penyajian. Pemenuhan aspek tersebut menjadi salah satu faktor penting agar produk sagu dapat dipasarkan secara lebih luas dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Muhammad Iqbal Nurulhaq, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari pendampingan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah sagu menjadi produk pangan bernilai tambah.

Menurut Iqbal, inovasi diperlukan agar pemanfaatan sagu tidak terbatas pada makanan tradisional. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat mendorong lahirnya produk baru, memperluas peluang usaha, serta memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sagu, baik pada skala rumah tangga maupun usaha kuliner.

Dukungan terhadap pengembangan sagu juga disampaikan Bisma Ronald Simanjuntak dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke. Ia menekankan pentingnya pelestarian sagu melalui pengembangan komoditas secara berkelanjutan.

Ke depan, ia berharap dapat terbentuk kampung percontohan sagu yang mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat setempat.

Potensi sagu sebagai bagian dari pengembangan menu MBG juga membuka peluang kolaborasi antara UMKM, SPPG, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Untuk merealisasikannya, pelaku usaha perlu memperhatikan mutu produk, konsistensi pasokan, kapasitas produksi, serta pemenuhan standar keamanan pangan.

Melalui pelatihan ini, Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University mendorong pengembangan sagu sebagai pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dengan pendampingan dan kerja sama berkelanjutan, produk olahan sagu diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat Merauke.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan