banner 970x250
banner 970x250

TEP 15 IPB Perkenalkan Maggot BSF sebagai Alternatif Pakan dalam Budidaya Lele di Merauke

Redaktur Pelaksana
27 Sep 2026 12:45
2 menit membaca

MERAUKE — Masyarakat Kampung Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mendapat pendampingan mengenai budidaya ikan lele dan pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif melalui kegiatan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 15 IPB University bidang Perikanan Budidaya.

Kegiatan yang berlangsung pada 21 September 2026 tersebut diarahkan untuk memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan usaha perikanan budidaya yang dapat diterapkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya di lingkungan sekitar.

Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan tahapan budidaya lele secara menyeluruh. Materi meliputi persiapan kolam, pemilihan benih, teknik penebaran, pengelolaan pakan, pemantauan kualitas air hingga pemeliharaan ikan. Peserta juga mengikuti praktik langsung agar materi yang diberikan dapat dipahami secara aplikatif.

TEP 15 IPB University turut mengenalkan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu pilihan pakan alternatif.

Pemanfaatan maggot diarahkan untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada masyarakat mengenai pengelolaan pakan sekaligus membuka peluang pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan setempat.

Pendekatan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada produksi ikan, tetapi juga memperhatikan aspek pengelolaan pakan dan efisiensi dalam kegiatan budidaya.

Dengan pengetahuan yang diperoleh, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan penerapan budidaya dengan kondisi dan sumber daya lokal.

Ketua Tim TEP 15 IPB University, Dr. Eng. Henry Kasmahadi S., S.Pi., M.Si., IPU, ASEAN Eng., mengatakan pendampingan dilakukan agar masyarakat memahami proses budidaya secara lebih utuh, mulai dari pemeliharaan ikan hingga pengelolaan pakan.

“Harapannya masyarakat tidak hanya mengetahui cara memelihara ikan lele, tetapi juga memahami bagaimana mengelola pakan dan pemeliharaan secara lebih efektif. Pemanfaatan maggot menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kondisi masyarakat Salor,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, TEP 15 IPB University berharap pengetahuan mengenai budidaya lele dan pemanfaatan maggot dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Salor.

Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan kegiatan perikanan budidaya berbasis potensi lokal. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan