
SUARAGOVERNMENT.COM — Senin, 17 Agustus 2026 — Membantu anak-anak mengenali potensi diri dan membangun gambaran tentang masa depan tidak selalu harus dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Pendekatan berbeda dilakukan melalui program HEROISM yang membawa anak-anak dari Paguyuban Rumah Belajar Anak Cimangir Ilir, Kabupaten Bogor, untuk mendapatkan pengalaman edukatif di KidZania Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HEROISM yang digagas mahasiswa IPB University. Program ini menyasar anak-anak pemulung dengan tujuan memperluas wawasan mereka mengenai pilihan profesi sekaligus menumbuhkan orientasi terhadap masa depan.
Di KidZania, peserta tidak hanya menjadi penonton. Mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai simulasi pekerjaan melalui aktivitas bermain peran yang dirancang secara interaktif. Dengan cara tersebut, anak-anak dapat merasakan secara langsung gambaran aktivitas dari sejumlah profesi.
Pengalaman ini dinilai penting karena pilihan masa depan anak kerap terbentuk dari apa yang mereka lihat dan alami di lingkungan sekitar. Dengan mempertemukan mereka dengan berbagai alternatif profesi, HEROISM berusaha membuka ruang agar anak memiliki referensi yang lebih luas ketika membicarakan cita-cita.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya aktivitas yang mereka ikuti. Bahkan, sejumlah anak mencoba lebih dari lima profesi selama berada di lokasi. Dari pengalaman tersebut, mereka mulai dapat membandingkan aktivitas yang disukai dan profesi yang menarik perhatian masing-masing.
Ketua Mitra Paguyuban Rumah Belajar Anak Cimangir Ilir, Nuraeni, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anak maupun para orang tua.
Menurutnya, anak-anak menjadi lebih mudah membayangkan cita-cita karena mereka tidak hanya mendengar atau melihat gambaran sebuah pekerjaan, tetapi memperoleh kesempatan untuk mempraktikkannya melalui simulasi.
“Anak-anak jadi lebih kebayang cita-citanya seperti apa. Tidak cuma membayangkan di kepala, tetapi mereka bisa mempraktikkannya langsung,” ujar Nuraeni.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari subprogram HERO AKSI, yang menempatkan pengalaman langsung sebagai salah satu metode untuk membantu anak mengenali dunia profesi.
Setelah mendapatkan pengalaman tersebut, anak-anak akan diarahkan menuju tahapan berikutnya dalam HEROISM melalui subprogram HERO RASA.
Tahapan ini tidak lagi sekadar memperkenalkan profesi, melainkan mengajak anak melakukan refleksi terhadap pengalaman yang telah diperoleh.
Anak didorong untuk memahami alasan memilih sebuah cita-cita, mengenali hal yang membuat mereka tertarik terhadap profesi tertentu, serta melihat hubungan antara cita-cita dengan proses yang perlu ditempuh untuk mencapainya.
Dengan demikian, kegiatan di KidZania tidak berdiri sendiri. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang dirancang agar anak secara bertahap bergerak dari tahap mengenal, mencoba, merasakan, hingga memahami pilihan masa depannya.
Respons positif juga datang dari orang tua peserta. Suhinda, salah satu orang tua anak sasaran, mengaku bersyukur anaknya memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping yang membantu menjaga dan mendampingi anak-anak selama kegiatan.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan berterima kasih kepada kakak-kakak yang sudah menjaga anak-anak kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka,” kata Suhinda.
Bagi keluarga peserta, perjalanan tersebut juga memberikan pengalaman sosial tersendiri. Para orang tua dapat melihat langsung bagaimana anak-anak berinteraksi dengan lingkungan baru, mencoba aktivitas yang berbeda, serta menunjukkan ketertarikan terhadap sejumlah bidang pekerjaan.
HEROISM menempatkan pengalaman tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang berasal dari lingkungan dengan keterbatasan akses terhadap pengalaman profesi.
Melalui metode yang menggabungkan edukasi dan praktik, program tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak membangun keberanian untuk memiliki cita-cita yang lebih luas.
Cita-cita tidak lagi sekadar menjadi sesuatu yang dibayangkan, tetapi mulai dikenali melalui pengalaman nyata dan proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, perjalanan ke KidZania menjadi salah satu langkah untuk membuka perspektif anak bahwa masa depan memiliki banyak kemungkinan. Tugas berikutnya adalah memastikan pengalaman tersebut terus dikembangkan menjadi motivasi dan langkah nyata dalam perjalanan pendidikan mereka.